Parenting

     

CIMG9443

INFO TERBARU :

Makalah Parenting, disusun Ibu Nani ( Konsultan pendidikan Depok Montessori School)

MELAHIRKAN ANAK YANG IHSAN , SEBUAH HARAPAN

 

Tuhan memerintahkan setiap orang tua untuk menjaga keluarganya dari siksa api neraka seperti yang tercantum dalam Al Qur’an : “jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka ( At Tahrim : 6 ) “.
Dan Allah juga memberikan kesenangan dan kebahagiaan bagi orang tua yang berhasil mendidik anaknya menjadi anak sholeh dengan maqom yang tinggi yaitu seorang anak yang ihsan. Dalam surat Al Furqon ayat 74 dijelaskan : dan orang – orang berkata, “ ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri dan keturunan yang menyenangkan hati.”

 

Setiap orang tua pasti mengharapkan anak yang dilahirkan tumbuh dan    berkembang secara sempurna. Orang tua menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang sehat, pintar, berketrampilan dan berakhlaq mulia.

 

Untuk mencapai hasil tersebut orang tua adalah pendidik yang utama dan terpenting. Dan mereka bertanggungjawab terhadap perilaku dan kondisi anaknya. Untuk bisa mendidik anak dengan baik orang tua perlu mengetahui cara – cara mendidik anak dalam rumah tangga, sehingga bisa menjadi acuan dan rambu – rambu dalam menjalankan tugasnya.
Apabila dalam rumah tangga hanya terdapat keluarga inti maka penanggungjawab pendidikan adalah ayah dan ibu. Tetapi bila dalam keluarga terdapat kakek, nenek, paman , bibi, kakak maka semuanya bertanggungjawab terhadap pendidikan anak dalam keluarga tersebut. Tetapi hendaknya diperhatikan bahwa kebijakan pendidikan anak dalam rumah tangga hendaknya dalam satu pemahaman, sehingga tidak ada pertentangan antara satu dengan yang lainnya.
Agar proses pendidikan anak dalam rumah tangga berjalan sesuai yang diharapkan maka perlu disusun kurikulum pendidikan keluarga. Kurikulum harus mengacu kepada pengembangan jasmani, akal, ketrampilan dan ruhani.

 

Dari empat hal tersebut kurikulum yang terpenting yang wajib diberikan dirumah adalah pendidikan ruhani. Karena pendidikan ruhanilah yang akan menentukan pandangan hidup anak tersebut ketika dewasa. Ketika berbicara tentang pendidikan ruhani sebagai orang islam kita akan menuju kepada pendidikan agama islam.

 

Pendidikan anak dalam keluarga harus menghasilkan nilai – nilai ketakwaan kepada Tuhan, kejujuran, etos kerja yang tinggi dan kedisiplinan. Kondisi saat ini dimana arus globalisasi yang begitu kuat membuat anak tumbuh dalam lingkungan godaan yang sangat besar. Godaan tersebut dapat merusak moral dan mental. Oleh karena itu dengan pembekalan keagamaan yang kuat di dalam keluarga diharapkan anak mampu bertahan memegang nilai – nilai agama dalam keadaan apapun.
Orang tua tidak boleh menjadi budak anak, sampai kalah wibawa di depan anaknya. Sehingga anak tidak menghargai atau menghormatinya. Orang tua terlalu memanjakan anak, bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya sampai lupa beribadah, maka Allah swt berfirman di dalam Al Qur’an surat Saba’ ayat 37 “Harta dan anak – anakmu tidak mendekatkan kalian kepada Kami, yang akan mendekatkan kalian kepada Kami adalah keimanan dan amal saleh “
Anak yang tidak dididik agama dengan baik didalam keluarga , bisa tumbuh menjadi musuh bagi orang tuanya , menjadi anak durhaka, melawan dan menyakiti orang tuanya.

 

*******************

Makalah Parenting  di susun , Ibu Nani ( Konsultan Pendidikan  Depok Montessori School)

******Melahirkan anak sholeh dari Rumah********

       Untuk bisa melahirkan anak sholeh dari rumah harus dimulai dari pemilihan jodoh, seorang laki – laki harus memilih wanita yang terbaik dan seorang wanita harus memilih laki – laki yang terbaik. Sebab pilihan itu mengandung resiko tinggi yaitu pilihan itu adalah apa yang akan diberikan kepada anak – anak . Memilih jodoh bukan untuk kesenangan diri sendiri , tetapi memilih jodoh adalah memberikan yang terbaik untuk anak – anak yang akan dilahirkan. Wanita yang dipilih adalah ibu dari anak – anak yang dilahirkan, laki – laki yang dipilih adalah ayah dari anak – anak yang akan dilahirkan .

 

Oleh karena itu pemilihan jodoh adalah fase paling penting dalam proses melahirkan anak – anak sholeh.

Anak – anak sholeh dan berakhlak mulia akan lahir dari rumah tangga yang harmonis. Oleh karena itu hubungan yang harmonis antara ayah dan ibu, antara orang tua dan anak, dan suasana hangat dalam keluarga sangat mutlak diperlukan untuk bisa melahirkan anak sholeh yang bahagia. Keteladanan orang tua dalam segala hal mutlak diperlukan karena orang tua adalah guru pertama bagi anak. Nilai – nilai keislaman harus ditanamkan kepada anak sejak dini sebelum mereka mengenal dunia diluar rumahnya.
Setiap anak pada masa pertumbuhannya senang meniru dan mencontoh orang tuanya, mereka menjadikan kedua orang tuanya sebagai idola. Anak perempuan mengidolakan ibunya dan anak laki – laki mengidolakan ayahnya. Betapa pentingnya posisi orang tua pada masa pertumbuhan anak tersebut, oleh karena itu orang tua harus bisa menjadi teladan yang baik bagi anak – anaknya pada masa – masa terpenting dalam kehidupan anak tersebut. Anak – anak laki – laki akan bangga kepada ayahnya dan anak perempuan akan bangga kepada ibunya. Orang tua adalah sosok ideal bagi anak.

 

Apabila pada masa kritis dalam periode pertumbuhan anak tersebut orang tua tidak menempatkan diri pada sosok ideal , hal ini akan mengganggu proses pembentukan kepribadian anak yang tidak seimbang yang akan terus berlanjut sampai usia dewasa. Apabila ayah dan ibu selalu tampak rukun di depan anak, saling mencintai dan menyayangi, harmonis dan damai akan membawa ketenangan di dalam jiwa anak .

 

Ketenangan jiwa anak yang ditumbuhkan dari rumah akan berdampak pada ketenangan jiwa anak di luar rumah. Ketenangan jiwa pada anak akan berdampak pada perilaku yang ditimbulkannya baik didalam rumah maupun diluar rumah. Ketenangan jiwa yang lahir pada diri anak sejak dini akan melahirkan keteguhan jiwa, hal ini akan sangat berguna ketika anak tersebut tumbuh dewasa dan ketika menghadapi berbagai problema dalam kehidupannya. Pelajaran yang didapat seorang anak dari rumah tangga orang tuanya ketika masih masa pertumbuhan akan memberikan dampak besar baginya ketika membina rumah tangga.
Melihat begitu strategisnya peran orang tua bagi pembentukan karakter dan kepribadian anak, maka mutlak orang tua harus memperlihatkan ketenangan, kedamaian dan kerukunan di depan anak. Hal ini bukan berarti bahwa kedua orang tidak bisa berselisih paham , berbeda pendapat ataupun bertengkar, bila hal itu terjadi, sebaiknya jangan lakukan di depan anak, harus ada komitmen antara kedua orang tua untuk menyembunyikan pertengkaran itu dari depan anak – anak. Orang tua harus mengupayakan sungguh – sungguh , mengendalikan emosi , dan menyembunyikannya di depan anak – anak. Orang tua memerlukan waktu khusus diluar sepengetahuan anak untuk menyelesaikan perbedaan pendapat atau pertikaian paham tersebut.
Agar bisa melahirkan anak sholeh berkarakter dan berkepribadian sempurna, orang tua harus menunjukkan kasih sayangnya di depan anak – anaknya. Orang tua harus bisa menunjukkan bahwa mereka mengasihi dan menyayangi anak – anaknya. Kasih sayang yang terbaik yang diberikan orang tua kepada anak – anaknya adalah kasih sayang psikologis.

 

Banyak orang tua tidak tahu bagaimana menyayangi anak – anaknya, sehingga banyak anak merasa tidak disayangi oleh orang tuanya sementara orangtua sudah merasa sangat menyayangi anak – anaknya. Apakah yang harus dilakukan oleh orang tua agar anak merasa bahwa orang tuanya benar – benar sangat menyayanginya ?
Anak – anak yang merasa kurang mendapat kasih sayang dari orang tuanya akan mendapatkan banyak masalah diluar rumah, mulai terlibat kenakalan, terpengaruh pergaulan buruk, prestasi sekolah yang buruk dan perasaan tidak berguna, terkucil, rendah diri, minder, kurang percaya diri , dll karena anak –anak ini merasa tidak aman baik di dalam rumah maupun diluar rumah.
Sebagian ayah menunjukkan kasihsayang kepada anak laki – lakinya dengan cara dipukul dan dimarahi, menurutnya dengan memukul dan memarahi akan membuat si anak laki – laki cepat dewasa. Sebagian lagi menunjukkan kasih sayang kepada anak dengan cara mendiamkannya, karena dengan cara mendiamkan anak orang tua merasa akan kelihatan berwibawa didepan anak. Sebagian orang tua yang lain menunjukkan kasih sayang kepada anak dengan cara memberinya barang – barang mewah seperti mobil, hand phone yang mahal , uang jajan yang banyak dan pakaian yang mewah. Kasih sayang yang diberikan oleh orang tua tersebut sama sekali tidak menyentuh aspek psikologis anak, sehigga yang terjadi meskipun orang tua berusaha menunjukkan kasih sayangnya di depan anak , justru anak merasa tidak disayangi oleh orang tuanya.
Kasih sayang terbaik yang diberikan oleh orang tua kepada anak bisa berupa pandangan lembut yang meneduhkan, bicara dari hati kehati dalam suasana tenang, mengantarkan dengan suka cita saat berangkat kesekolah, atau menyambut dengan senyuman saat pulang sekolah, menyapa dengan lembut, membelainya saat bersedih, melarang dengan lembut untuk tidak keluar rumah di malam hari, mengajak sholat dengan baik, memotivasinya untuk terus belajar rajin dan hal – hal lain yang menyentuh psikologisnya yang berdampak pada ketenangan batinnya.
Untuk menjaga hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak, orang tua perlu memberikan pujian untuk keberhasilan anaknya meskipun keberhasilan yang didapat masih relative kecil. Dengan pujian tersebut anak merasa dihargai sehingga timbul semangat dan motivasi untuk terus berbuat baik. Kegagalan yang dilakukan anak tidak perlu diungkit lagi, apalagi kalau anak sudah menyadari penyebab kegagalannya. Jika kegagalan anak terus diungkit, anak akan menjadi frustrasi, tidak percaya diri dan hal ini akan sangat berbahaya bagi perkembangannya dan terus akan berada dalam jiwanya. Karena dalam diri anak tersebut sudah tumbuh citra diri negative.
Ada beberapa orang tua yang berpendapat bahwa, bila anak berhasil tidak perlu dipuji karena hal ini justru akan menurunkan semangatnya. Tetapi membiarkan keberhasilan anak dan tidak menunjukkan kesenangan dengan dalih supaya anak akan terus meningkatkan prestasinya, cara ini kurang tepat, sebab tanpa pujian anak merasa kecewa dan merasa usaha kerasnya tidak memberikan kesenangan bagi orang tuanya.
Ketika anak sudah tumbuh remaja dan dewasa , libatkan anak dalam diskusi untuk pengambilan keputusan, dengarkan pendapat mereka , meskipun pendapat mereka tidak selalu betul . Beri kebebasan kepada anak, tetapi kebebasan yang terbatas. Tegakkan sopan santun dalam berbicara kepada anak yang telah tumbuh remaja dan dewasa. Karena biasanya anak yang sudah tumbuh remaja dan dewasa kurang menyegani orang tuanya. Anak – anak yang tidak menyegani orang tuanya adalah akibat kesalahan proses pendidikan yang terjadi pada masa kecilnya.
Meskipun anak sudah tumbuh remaja dan dewasa orang tua tetap harus mengawasi anak – anaknya, agar mereka senantiasa tetap berada di jalan yang benar.
Dalam proses hubungan timbal balik antara orang tua dan anak , nilai – nilai keislaman harus tetap dikedepankan. Sehingga koridor keislaman senantiasa melingkupi rumah tangga tersebut. Sebaiknya lakukan doa bersama antara seluruh anggota keluarga dengan ayah sebagai imamnya, hal ini akan mempererat hubungan batin antara seluruh anggota keluarga. Orang tua sebaiknya mendoakan kebaikan kepada anak – anaknya , dan sebaiknya doa tersebut diucapkan dalam bahasa yang dimengerti oleh anak dan anak mendengarnya , sehingga anak ada ketenangan jiwa dan berusaha untuk mewujudkan doa orang tuanya, seperti contoh “ Ya Allah jadikanlah anak – anakku , anak – anak sholehah dan penyejuk hati” bila doa tersebut didengar oleh anak – anak maka anak akan berusaha untuk senantiasa tetap istqomah pada jalan yang baik dan benar.

Daftar Pustaka, Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam, 1995,Rosda karya

Program  yang akan datang :

Bagaimana meningkatkan motivasi belajar anak,  sehingga  menjadi anak dengan karakter pembelajar.

Waktu dan tempat akan di tentukan kemudian.

Bagi Ayah Bunda yang tertarik hadir dan berpartisipasi, harap konfirmasi melalui

Telp / wa  ke 0818 68 5772

Copy (2) of DSC00012

Advertisements